Case Study

About Me

Rizal Renaldi is professional design & creative consultant with more than 12 years experences. Prior to being independent consultant, I've worked in local and multinational advertising agencies in Jakarta, Indonesia. Handled many clients in wide ranging industries such as tobacco, banking, FMCG, automotive and logistic.

Currently reside in Jakarta, Indonesia and available for consultation in brand identity development, creative and digital works.

Contact me at rizal(at)rizalrenaldi.com

Orang Bodoh

Orang-orang bodoh, kalau udah ngumpul dalam jumlah banyak, orang sepintar apapun juga tidak akan bisa mengalahkan mereka. Kalau sudah begitu, orang pintar bisa jadi terlihat sangat bodoh, dan orang bodoh bisa terlihat sangat pintar.

Terus gimana dong? Kalo saya caranya gampang.

1. Jangan pernah berdiri di balik sebuah label. Apapun labelnya. Agama, politik, sosial. Saya adalah saya. Saya tidak sama dengan agama, saya tidak sama dengan partai, saya tidak sama dengan komunitas blah blah blah. Berdirilah dibalik diri kita sendiri, kebenaran dan logika. Karena label bisa dimanipulasi. Diri sendiri, kebenaran dan logika adalah absolut.

2. Jangan pernah menyalahkan orang lain. Saya selalu pakai filosofi ini: Apapun kesalahan yang terjadi di hidup, salahkan diri sendiri dulu, setelah itu (kalau memang perlu dan benar) salahkan orang lain.

3. Saya bodoh, tapi saya mau jadi pintar. Jangan pernah mau jadi orang bodoh. Jangan pernah. Jangan.

4. Berhubung masih banyak yang nyaman berdiri di balik label, gak apa-apa, sering-sering ngumpul dengan yang bukan “sesama” apapun labelnya. Jangan ngumpul dengan yang labelnya sama. Kenapa? Biar tahu banyak hal, biar perspektifnya terbuka, BIAR PINTAR.

Menanggapi dua “event” besar yang beriringan di awal November ini: demo Ahok di Jakarta, Indonesia dan Trump jadi presiden di US.

Backsong-nya Homicide “Puritan (Godblessed Fascists)”